"Belajar Apapun, dimanapun, Kapanpun dengan siapapun"


BAB I

Pendahuluan

  1. Latar Belakang

Di abad 21 ini segalanya semakin mudah dengan berkembang pesatnya di bidang teknologi dan informasi semua kebutuhan dapat dilakukan dengan mudah contoh konkritnya saja dulu pada era kemerdekaan Indonesia untuk pergi ke sekolah mungkin banyak yang jalan kaki atau mungkin ada yang memakai sepedah kayuh (mungkin masih jarang) dengan jarak yang jauh membutuhkan waktu yang lama. Sekarang dengan berkembangnya tekonologi ke sekolah sekarang dapat dilakukan ditempuh dengan menggunakan sepedah motor atau mobil yang ini jauh lebih nyaman dan cepat dari pada jalan kaki atau naik sepedah kayuh seolah – olah jarak bukan lagi masalah operasional. pada bidang bisnis / usaha, menggunakan alat penghitung cepat yaitu kalkulator / computer dalam sistem akuntansinya yang lebih cepat dan valid untuk melakukan perhitungan dalam jumlah yang besar sehingga peran manusia tergantikan oleh mesin bayangkan saja jika dilakukan tenaga manusia bisa jadi pekerjaan yang dapat dilakukan dalam waktu satu hari oleh mesin hitung, dengan tenaga manusia mungkin bisa tiga hari dan masih banyak hal lain lagi yang dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.

Saat ini merupakan era globalisasi dimana semua Negara tidak bisa menghindar dari globalisasi sebab ini memang konsekuensi logis akibat dari kemajuan kehidupan tradisional dalam arti teknologi dan organisasi social ke pola sistem ekonomis dan politis Serta akibat dari Pergulan Negara- Negara melalui teknologi informasi dan komunikasi inilah konsep globalisasi ini di sebarkan. Sehingga sebuah Negara dengan  Negara yang lain seperti tanpa batas ruang dan waktu. Apalagi saat ini telah diwujudkannya bentuk globalisasi itu dengan diberlakukan perjanjian perdagangan bebas kawasan Asean(AFTA dalam singkatan bahasa inggris) yang bertujan meningkatkan daya saing ekonomi negara-negara ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar dunia, untuk menarik investasi dan meningkatkan perdagangan antar anggota ASEAN. Yang ini juga pasti berdampak positf dan negative terhadap suatu Negara terutama budaya-nya yang berdampak pada kehidupan di suatu bangsa tersebut.

Saat ini yang dipandang positif dampak dari globalisasi adalah dimana kehidupan taraf hidup yang meningkat sebab dalam perjanjiannya adalah adanya penurunan tarif masuk (0-5%) bagi barang – barang anggota AFTA dan wajib bagi anggotanya melakukan penurunan biaya manufaktur sehingga barang yang di impor akan jauh lebih murah dan jelas ini terbukanya peluang memasarkan produk kita secara internasioal, dan lagi dampaknya jika banyak investor luar negeri yang mendirikan perusahaan di Indonesia maka ini akan menyerap tenaga kerja dari Negara tesebut sehingga akan mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia dan  Di sisi lain dampaknya pada nilai dan sikap yang dulunya irasional menjadi rasional.

Namun jika kita melihat dampak negatifnya pada Negara Indonesia yang bukan sebagai Negara produsen tapi sebagai Negara konsumen begitu buruk sekali bagi kehidupan manusia bahkan mungkin bisa dikatakan mengahancurkan masyarakat salah satunya adalah budaya konsumtif yang ini merupakan alat bagi kaum kapitalis melalui media elektronik dan media cetak membuat trend untuk mengeruk keuntungan yang sebesar – besarnya di tengah kondisi ekonomi yang sedang menggeliat ini. Dari sisi sosial yang terjadi pada masyarakat adalah adanya  kelas social yang di lambangkan dengan symbol brand barang yang di pakai/dikonsumsi yang menunjukkan tingkatan kelas social seseorang terlepas dari pranata socialnya. Dalam kehidupan kota Metropolitan ini Kelas social dapat dimanipulatif tergantung ingin memproyeksikan diri lebih tinggi, sedang atau rendah Sehingga setiap orang yang ingin memproyeksikan dirinya  paling tinggi dalam kelas sosialnya maka dia harus memakai barang – barang yang memiliki brand terkenal contohnya saja untuk sepatu sekolah paling banyak mereka membeli brand seperti “Convers All Star”, “Adidas” dan “Nike” untuk sepatu sport yang ini harganya jauh lebih mahal dari sepatu merek umumnnya padalal fungsinya sama saja dan ini juga akan membentuk sifat yang boros. Dan dari kelas social ini dapat menjadi jurang social antara sesama yang dapat memecah rasa persatuan manusia sebagai makhluk social sebab yang merasa dirinya paling tinggi dalam kelas sosialnya akan membuat kelompok dengan orang yang sama. Kemudian dari sisi mental budaya konsumtif juga membentuk mental konsumtif sehingga mentalnya bagaimana bisa memenuhi dengan cara membeli bukan bagaimana dengan membuat sendiri, kita lihat saja data yang di tayangkan oleh metro tv ada rating orang – orang di seluruh Negara rata – rata waktu yang dihabiskan dalam sehari untuk menonton telivisi. Indonesia menempati urutan atas sehingga wajar saja jika kita mengikuti orang – orang yang membuat trend. sehingga selalu yang sibuk dibicarakan adalah bagaimana up date trend otomotif, fashion, elektonik dsb. Sehingga jarang sekali membahas atau mungkin bahkan tidak pernah membahas bagaimana kita membuat suatu produk yang lebih inovatif yang dapat membanggakan Indonesia yang juga jauh lebih murah dari pada barang trend yang di buat oleh Negara Maju/Negara produsen. Jika kita biarkan kondisi tersebut terus berlangsung maka dapat dipastikan akan kehancuran suatu masyarakat.

Di rasa oleh penulis ini sudah tidak sesuai dengan Pendidikan adalah karena ini sudah merusak moral individu dan membudaya dan budaya ini sudah tidak sesuai dengan nilai budaya yang ideal bagi sebuah masyarakat. dan fungsi pendidikan adalah sebagai penegak nilai system yang ada di masyarakat maka dari itu harus bisa menjawab masalah globalisasi ini.

  1. Rumusan Masalah

            Berdasarkan latar belakang teresbut maka dapat ditarik rumusan masalah yang sesuai pendidikan adalah bagaimana menjawab masalah tersebut melalui pendidikan sebagai kunci utama dalam membagun masyarakat di era globalisasi ini.

  1. Tujuan Penulisan

            Karena dipandang dampak negative globalisasi ini terlalu besar dari pada dampak positifnya maka makalah ini di tulis bertujuan dapat digunakan sebagai wacana bagi pribadi, lembaga swasta maupun institusi pemerintah bagaimana pendidikan dapat memberikan solusi atas masalah globalisasi yang terjadi pada masyarakat

  1. Manfaat Penulisan

            Dengan sadarnya akan pentingnya pendidikan Moral terhadap masyarakat di era global saat ini maka diharapkan manfaatnya adalah di implementasikannya pendidikan moral oleh pribadi/individu, lembaga swasta dan di wujudkan oleh institusi pendidikan sehingga moral – moral hasil bentukan dari globalisasi dapat di lawan dengan moral yang telah di konsep dan di bentuk melalui implementasi dari individu, lembaga swasta  dan institusi pendidikan tadi

BAB II

Kajian Teori

  1. Pengertian Modernisasi dan Globalisasi
  2. A.     Pengertian Modernisasi

       Modernisasi diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern. Pengertian modernisasi berdasar pendapat para ahli adalah sebagai berikut:

  1.  Widjojo Nitisastro, modernisasi adalah suatu transformasi total dari kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern dalam arti teknologi serta organisasi sosial, ke arah pola-pola ekonomis dan politis.
  2.  Soerjono Soekanto, modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial yang terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan yang biasanya dinamakan social planning. (dalam buku Sosiologi: suatu pengantar).

Dengan dasar pengertian di atas maka secara garis besar istilah modern mencakup pengertian sebagai berikut:

  1. Modern berarti berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan meningkatnya tarat penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan merata.
  2. Modern berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup dalam masyarakat.
  3. B.      Pengertian Globalisasi

     Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik. Khususnya, globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan di bidang komunikasi dunia. Ada pula yang mendefinisikan globalisasi sebagai hilangnya batas ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi. Globalisasi terjadi karena faktor-faktor nilai budaya luar, seperti:

  1. selalu meningkatkan pengetahuan
  2. Patuh hukum
  3. Kemandirian
  4. Keterbukaan
  5. Rasionalisasi
  6. Kemampuan memprediksi
  7. Efisiensi dan produktivitas
  8. Keberanian  bersaing
  9. Manajemen resiko

           Globaliasi terjadi melalui berbagai saluran antara lain:

  1. Lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan
  2. Lembaga keagamaan
  3. Industry internasional dan lembaga perdagangan
  4. Wisata manca Negara
  5. Saluran komunikasi dan telekomunikasi internasional
  6. Lembaga internasional yang mengatur peraturan internsional
  7. Kelembagaan Negara seperti diplomatik dan konsuler
  8. Dampak Modernisasi dan Globalisasi terhadap Perubahan Sosial dan Budaya
  9. Dampak Positif
    1. Perubahan Tata Nilai dan Sikap
  • Menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semula irasional menjadi rasional.
  • Budaya Kerja keras dan kerja Cerdas yang dimiliki bangsa lain akan menular pada bangsa Indonesia karena akibat dari interaksi yang terjadi
  1. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
  1. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik dalam taraf ekonomi
  • Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
  1. Dampak negative
    1. Pola Hidup Konsumtif
  • Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.
  1. Sikap Individualistik
  •  Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.
  1. Gaya Hidup Kebarat-baratan
  • Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja(Sex bebas, penggunaan Alkohol, Penggunaan Narkoba dsb.)
  1. Kesenjangan Sosial
  • Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.
  1. Dampak globalisasi terhadap aspek bidang kehidupan

Globalisasi hampir terjadi pada seluruh aspek bidang kehidupan Ada masyarakat yang dapat menerima adanya globalisasi, seperti generasi muda, penduduk dengan status sosial yang tinggi, dan masyarakat kota. Namun, ada pula masyarakat yang sulit menerima atau bahkan menolak globalisasi seperti masyarakat di daerah terpencil, generasi tua yang kehidupannya stagnan, dan masyarakat yang belum siap baik fisik maupun mental.

     Unsur globalisasi yang sukar diterima masyarakat adalah sebagai berikut:

  1. Teknologi yang rumit dan mahal.
  2. Unsur budaya luar yang bersifat ideologi dan religi.
  3. Unsur budaya yang sukar disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

Modernisasi dan globalisasi membawa dampak positif ataupun negatif terhadap perubahan Sosial dan budaya suatu masyarakat.

     Unsur globalisasi yang mudah diterima masyarakat adalah sebagai berikut:

  1. Unsur yang mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.
  2. Teknologi tepat guna, teknologi yang langsung dapat diterima oleh masyarakat.
  3. Pendidikan formal di sekolah.
  4. Hasil globalisasi terhadap moral yang menjadi budaya

Moral bentukan globalisasi antara lain:

  1. Moral instan (mendapatkan segala sesuatu di anggap seperti membalikkan telapak tangan tanpa adanya usaha yang keras dan tetesan air mata)
  2. Moral yang lebih menonjolkan penampilan (penggunaan symbol yang menjadi trend) agar dikatakan sebagai orang yang stylis. Dan ini juga sudah menghancurkan nilai norma berpakaiaan kesopanan Indonesia yang semula sopan (auratnya tertutup) sekarang auratnya di buka agar mendapat pengakuan kata “cantik” dan “seksi” dari orang lain akibat pergeseran nilai agama ke nilai pluralistik.
  3. Moral antipati (masa bodoh dengan masalah orang lain) padahal manusia itu makhluk social.
  4. Moral boros (penggunaan materi/energi yang tidak efektif)
  5. Moral konsumtif (selalu berkeinginan bagaimana bisa membeli tapi bukan bagaimana membuat)
  6. Moral mengotori lingkungan (pembuangan sampah tidak pada tempatnya karena masyarakat saat ini suka membuang terutama di daerah perkotaan akibat dari barang yang dibeli itu sekali pakai)

BAB II

                                    Pembahasan

  1. Dampak negative globalisasi terhadap manusia

             Dalam sebuah Negara pasti terdapat sistem masyarakatnya seperti politik, budaya, pendidikan, ekonomi, social da lain – lain. Yang ini saling mempengaruhi satu sama lain maka dari itu di sebut sebuah sistem masyarakat. Apabila pada bidang budaya rusak maka yang lain juga akan rusak sehingga idealnya adalah memang semua sector yang ada harus di bangun secara baik.

            Pada era globalisasi seperti ini yang menjadi masalah adalah ketika globalisasi jelas isinnya adalah pemersatuan budaya yang ada sehingga berada dalam satu kiblat budaya yang ini akan mengancam kehidupan masyarakat pada suatu Negara seperti Indonesia yang sebenarnya belum siap segala sesuatunya. Akibatnya banyak sekali hantaman – hantaman budaya luar yang tidak sesuai dengan nilai budaya yang ada di Indonesia dan ini banyak sekali merusak nilai budaya yang ada di masyarakat. Berikut akan coba di detailkan item – item budaya yang berdampak negative terhadap masyarakat Indonesia:

  1. Budaya konsumtif

Dampaknya:

  1. Selalu berkeinginan bagaimana bisa membelinya tapi bukan membuatnya.
  2. Mengikuti yang membuat trend sehingga jiwa yang terbentuk jiwa pengikut bukan jiwa pemimpin.
  3. Merupakan sifat yang boros kibat keinginan bagaimana dirinya bisa memenuhi segala kebutuahannya yang berkaitan dengan life style yang di usung oleh pembuat trend saat ini.
  4. Membuat banyak hutang apalagi sekarang ini di dukung dengan credit card sebagai alat transaksi jual – beli selain uang sehingga tak terasa habis berapa saja uang yang kita miliki apalagi kita juga mungkin terjebak sampai minus.
  1. Budaya lebih mementingkan penampilan

Karena nilai global yang menjujung tinggi kebebasan maka nilai norma yang ada pada masyarakat pada Indonesia sudah hancur maka dampaknya:

  1. Seperti saat ini banyak anak muda perempuan yang menggunakan pakaian serba terbuka seperti budaya barat padahal nilai yang ada di Indonesia dulu ini adalah adalah cara berpakaian yang tidak sopan. Beda lagi halnya dengan pakaian yang di kenakan oleh suku pendalaman mereka hidup primitive sehingga memang pakaiannya terbuat dari  bahan alam sehingga wajar saja jika terbuka dan ini juga berlangsung telah lama sekali.
  2. Budaya boros

Ini mungkin juga masih berkaitan erat dengan budaya konsumtif

Dampaknya:

  1. Materi / energy yang dimiliki akan cepat habis sebab penggunaan yang tidak efektif seperti: misalkan saja untuk menuju masjid yang berjarak 2,5 meter dari rumah untuk menunaikan sholat jum’at menggunakan kendaraan bermotor dengan alasan jika jalan maka terlihat kurang keren atau karena terbiasa menggunakan teknologi akibatnya malas berjalan dsb.
  2. Berdampak jangka panjang terhadap masa depan suatu bangsa sebab penggunaan energy yang boros. Saat ini mungkin masih mudah karena tersedia bagaimana jika di masa depan telah habis. Maka ini juga akan berpengaruh terhadap perekonomian Negara sebab harus mengimpor energy karena di dalam negeri energy yang dimiliki telah habis.
  3. Budaya instan

Karena teknologi itu sifatnya instan maka yang terbertuk dalam pola pikir  masyarakat adalah bagaimana bisa meraih impian seperti membalik telapak tangan.

Dampaknya :

  1. Memiliki sifat – sifat yang tidak memiliki budaya kerja keras dan kerja cerdas
  2. Terjebak dengan kuis – kuis yang menwarkan hadiah ratusan juta padahal belum tentu juga menang
  3. Budaya antipati

Karena teknologi yang semakin berkembang semakin memudahkan segala pemenuhan kehidupan manusia sehingga dampaknya:

  1. Sikap individualis sebab tidak merasa butuh orang lain padahal hakikat manusia adalah makhluk social.
  2. Akibat dari jarangnya berinteraksi maka masa bodoh dengan masalah orang lain sehingga sikap suka membantu dan tolong menolong akan hilang.
  3. Budaya Mengotori lingkungan
    1. Dengan sifatnya globallisasi yang instan maka produk barang yang di buat adalah sekali pakai maka konsumen juga sering membeli produk kemudian langsung buang jika posisinya tidak berada dekat tempat pembuangan sampah maka sampah akan di buang sembarangan sesuka hati atapun bisa juga Karena tempat sampah sudah penuh sebelum jadwal pembersihan tempat sampah maka akan di buang ditempat lain yang bukan tempatnya.

Maka dari beberapa budaya hasil globalisasi yang negative di atas perlu di selesaikan juga melalui budaya yang perlu di bangun yang sesuai nilai budaya yang ideal bagi bangsa Indonesia.

  1. Pendidikan Moral Menjawab permasalahan tersebut

      Dalam sebuah Negara yang memiliki peranan penting dalam pembangunan Negara adalah sector pendidikan sebab pendidikan fungsinya sebagai penegak nilai system masyarakat maka dari itu permasalahan budaya akibat dari globalisasi dapat diselesaikan salah satunya dengan pendidikan moral.

      Budaya sendiri diartikan sebagai way of life di dalmnya terdapat moral – moral yang disepakati dan di jalankan bersama sehingga yang menjadi kunci disini adalah bagaimana melalui pendidikan moral ini bisa membentuk moral individu – individu yang baik yang sesuai dengan masyarakat yang ideal yang akhirnya menjadi budaya.

  • Obyek yang di bidik:

Dalam sebuah tujuan maka akan ada target obyek yang di bidik. Karena yang menjadai masalah adalah budaya sehingga jelas targetnya adalah terhadap manusia/semua individu orang Indonesia bukan hanya kaum intelektual  saja. Karena pendidikan itu bermakna mendewasakan manusia yang isinya ada pembekalan ilmu, transformasi nilai budaya dan pembentukan akhlak/moral.

  • Ada dua cara/media pendidikan Moral dapat dilaksanakan melalui:
  1. Pertama, karena peranan pendidikan formal di anggap paling kuat dalam pembentukan manusia yang berilmu dan berakhlak maka melalui pendidikan formal ini pendidikan moral akan diberikan otomatis akan di masukkan dalam kurikulum nasional di mulai sejak tingkatan sekolah dasar sampai dengan ke perguruan tinggi sehingga nanti yang di tekankan tidak hanya bagaimana bisa menjadi manusia yang pandai saja akan tetapi bagaimana bisa manusia yang berakhlak mulia sehingga di dalamnya tidak saja terjadi proses transfer ilmu pengetahuan tetapi juga terdapat pembentukan moral dan tentu saja semua yang berperanan dalam dunia kependidikan formal (mulai dari kepala sekolah sampai tungkang kebun)harus bisa memberikan contoh moral bagi siswanya dan sesama tenaga kependidikan.
  2. Kedua, karena manusia adalah uswah bagi manusia yang lain maka setiap individu diharapkan dapat memberikan contoh moral yang baik terhadap yang lainnya sehingga dengan demikian secara tidak langsung akan membentuk moral – moral yang telah di harapkan sesuai nilai ideal masyarakat yang seimbang
  3. Ketiga, melalui lembaga swasta lembaga yang bersifat teknologi informasi dan komunikasi yang membawa pengaruh besar dalam sebuah pendidikan di masyarakat seperti televisi, surat kabar dan lembaga perfilman sebagai media pembawa pesan moral bagi masyarakat.
  • Landasan nilai yang digunakan dalam nilai sebuah moral

Jika kita berbicara standar nilai moral yang akan dibentuk maka nilai moral itu harus ada landasan sebagai pijakannya, menurut penulis disini ada dua sumber landasan yang dapat digunakan

  • Pertama, menggunakan nilai agama sebagai basic nilai moral yang digunakan karena di anggap bahwa sumber ajaran mengenai kehidupan ini berasal dari agama sebab jelas yang terkandung di dalamnya adalah nilai ketuhanan yang bersifat mulia, nah agama itu sendiri yang di anggap paling banyak memuat ajaran tentang aturan kehidupan dan sebagainya adalah islam, dan islam sendiri adalah agama mayoritas di Indonesia. Sehingga yang ditarik dari basic islam ini adalah nilai universalnya.
  • Kedua, menggunakan nilai pancasila sebab pancasila memuat ideology yang pluralistic dan nasionalis sehingga dapat membawa pada persatuan dan  kesatuan masyarakat. Dan pancasila sendiri merupakan dasar hukum dari pendidikan nasional.

Sehingga dari dua landasan tersebut bagaimana bisa di kemas dalam bentuk universal agar konsep pendidikan moral yang landasannya dari agama dan pancasila agar dapat diterapkan pada semua agama, ras dan suku di Indonesia.

  • Hasil Pendidikan moral tesebut adalah:
  1. Budaya yang ada di masyarakat adalah budaya pembangun tidak seperti budaya negative dari dampak globalisasi
  2. Mereduksi budaya negative yang dibawa oleh globalisasi
  3. Masyarakat lebih kuat dalam mempertahankan dan melindungi budaya yang telah di bangun
  4. Setiap pribadi memiliki kepribadian yang mantab sebagai Manusia yang utuh
  5. Lebih ideologys sebagai akibat dari landasan nilai yang digunakan dalam pendidikan moral
  6. System yang terbentuk akan memaslahatkan umat manusia
  7. Terbagunnya hukum keseimbangan dalam masyarakat, dll.

BAB IV

Penutup

  1. Kesimpulan

            Dengan pendidikan moral yang berlandaskan nilai agama dan pancasila inilah maka masalah budaya yang terbentuk akibat dari globaliasi yang di anggap mengancam tantanan kehiudupan masyarakat dari sebuah kehancuran dapat teratasi

            Dalam pendidikan moral ini yang perlu di tekankan adalah tidak hanya di berikan melalui pendidikan formal saja akan tetapi masing –masing individu berkewajiban dapat memberikan contoh moral yang baik bagi keluarga sendiri dan orang lain.

  1. Saran

Bagi institusi pemerintah dan individu pendidikan moral ini diberikan sepanjang hayat tidak hanya dalam konteks globalisasi saja agar budaya yang ada ada Indonesia tetap kuat karena ke depan pasti akan mengalami benturan – benturan budaya dari luar Indonesia, tidak seperti saat ini budaya Indonesia yang rapuh sehingga mudah sekali di kalahkan dengan budaya luar.

Bagi lembaga swasta sendiri seperti yang penulis maksudkan di atas diharapkan apa saja yang disampaikan / disajikan bagi masyarakat itu mengandung pesan nilai moral entah itu berdasar pancasila maupun agama.

Daftar Pustaka

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 865 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: